Musrenbang

1. Panduan Musrenbang dan Forum Renja-OPD 2012

2. Pedoman Pengusulan Prioritas Kebersihan

RANCANGAN PEDOMAN PENGUSULAN KEGIATAN PRIORITAS KEBERSIHAN

PADA MUSRENBANG KELURAHAN DAN MUSRENBANG KECAMATAN KOTA DEPOK

2012

 

LATAR BELAKANG

  • UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
  • Permendagri No. 33 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah
  • Perda No. 14 tahun 2001 tentang Ketertiban Umum
  • Dalam rangka mendukung program andalan: Depok Kota Bersih dan Hijau
  • Dalam rangka mendukung upaya meraih piala Adipura

 

TUJUAN

Untuk menjamin keberlanjutan pelaksanaan 3R di masyarakat

 

PENDEKATAN

Memberdayakan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah yang harus dibuang melalui :

  1. pemilahan + bank sampah, atau
  2. pemilahan + bank sampah + pengolahan

 

SASARAN

Rumah tangga di tingkat RT/RW. Sebagai percontohan dapat dipilih RT atau RW yang berminat, atau yang dianggap potensial seperti memiliki budaya gotong royong yang kuat, warga memiliki lahan untuk pengolahan, RW siaga/tim penggerak PKK yang aktif, atau sebaliknya RT/RW yang memiliki masalah persampahan paling besar.

 

TAHAPAN PELAKSANAAN

Sosialisasi :

Sosialisasi dilakukan secara tertulis dan tatap muka. Secara tertulis dilakukan melalui penyebaran leaflet/brosur. Secara tatap muka dilakukan melalui advokasi satgas pengelola sampah kepada masyarakat di RT/RW yang menjadi sasaran.

Apabila di RT atau RW sasaran belum terbentuk satgas pengelola sampah tingkat RT atau tingkat RW, maka sosialisasi dapat dilakukan oleh Satgas Pengelola Sampah tingkat Kelurahan/ Kecamatan atau oleh Dinas. Momen sosialisasi ini dapat sekaligus dimanfaatkan untuk membentuk Satgas Pengelola Sampah tingkat RT/RW.

 

  1. Capacity Building :

Ditujukan kepada rumah tangga di RT/RW sasaran dan satgas pengelola sampah tk RT/RW. Bila memungkinkan, kegiatan peningkatan kapasitas ini dapat digabungkan dengan kegiatan sosialisasi pada poin (1).

Bentuk :

  • Pelatihan dan praktek pemilahan dan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan pilihan metode biopori, takakura, atau komposter ram kawat

  • Pelatihan manajemen bank sampah / satgas pengelola sampah tingkat RT/RW

  • Pelatihan produksi kerajinan daur ulang

Narasumber : DKP, BLH, LSM, kelompok masyarakat, satgas pengelola sampah tingkat kecamatan/kelurahan, tim penggerak PKK, dll

 

  1. Sarana dan prasarana :

Bertujuan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan 3R di RT/RW yang menjadi sasaran.

Bentuk :

  • Wadah : – Tempat sampah portable terpilah
  • Peningkatan TPS yang ada menjadi TPS terpilah
  • Alat Angkut : – Gerobak sampah terpilah
  • Gerobak motor sampah
  • Fasilitas pengolah : – Keranjang takakura + sekam

- Bor biopori

- Komposter ram kawat

 

  1. Pendampingan :

Bertujuan untuk mendampingi dan memperkuat motivasi rumah tangga pada RT/RW target untuk terus melaksanakan 3R. Pendampingan dilakukan oleh Satgas Pengelola Kebersihan tingkat RT/RW/kelurahan, dan dimungkinkan untuk diperkuat oleh fasilitator (konsultan pendamping).

 

  1. Monitoring dan Evaluasi :

Dilakukan untuk mengetahui sejauh mana program berjalan di masyarakat dan untuk menilai tingkat keberhasilan. Monitoring antara lain dapat dilakukan melalui Inspeksi Mendadak (sidak) ke lapangan. Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Kelurahan/Kecamatan.

Bentuk :

  • Rapat-rapat koordinasi dan evaluasi
  • Lomba kebersihan tk kelurahan antar RT/RW target
  • Lomba pemilahan tk kelurahan antar RT/RW target
  • Lomba manajemen terbaik antar bank sampah/satgas pengelola sampah tingkat RT/RW
  • Lomba kreativitas kerajinan daur ulang sampah
  • Dll

 

  1. Penertiban pelanggaran :

Penerapan tipiring bagi pelanggaran Perda Ketertiban.

 

PERKIRAAN BIAYA

  • Pembuatan Leaflet/Brosur (HVS 70 gram 2 muka 3 warna) :

1 rim (500 lembar) = Rp 100.000,-

  • Road show satgas pengelola kebersihan :

Contoh untuk 50 peserta :

Narasumber : 1 org x 2 jam x Rp 250.000,- = Rp 500.000,-

Penggandaan materi : 50 org x 15 lembar x Rp 200,- = Rp 150.000,-

Snack road show : 55 org x Rp 15.000,- = Rp 825.000,-

Nasi box : 55 org x Rp 25.000,- = Rp 1.375.000,-

  • Capacity Building

Pelatihan dan Praktek Pemilahan dan Pengolahan

Contoh untuk 50 peserta :

Instruktur : 1 org x 2 jam x Rp 150.000,- = Rp 300.000,-

Pembantu Instruktur : 2 org x 2 jam x Rp 75.000,- = Rp 300.000,-

Penggandaan materi : 50 org x 20 lembar x Rp 200,- = Rp 200.000,-

Snack : 55 org x Rp 15.000,- = Rp 825.000,-

Nasi box : 55 org x Rp 25.000,- = Rp 1.375.000,-

Pelatihan Manajemen Bank Sampah/Satgas Pengelola Kebersihan

Narasumber : 2 org x 1 jam x Rp 350.000,- = Rp 700.000,-

Penggandaan materi : 50 org x 25 lembar x Rp 200,- = Rp 250.000,-

Snack : 55 org x Rp 15.000,- = Rp 825.000,-

Nasi box : 55 org x Rp 25.000,- = Rp 1.375.00,-

Pelatihan Produksi Kerajinan Daur Ulang

Instruktur : 1 org x 2 jam x Rp 150.000,- = Rp ,-

Pembantu Instruktur : 2 org x 2 jam x Rp 75.000,- = Rp ,-

Penggandaan materi : 50 org x 15 lembar x Rp 200,- =

Snack : 55 org x Rp 15.000,- =

Nasi box : 55 org x Rp 25.000,- =

Bahan/Perlengkapan tambahan

  • Sarana dan Prasarana

Pengadaan tempat sampah portable terpilah : Rp 100.000,- per pasang

Bin container (terpilah) : Rp 1.430.000,- per unit

Upgrading TPS menjadi TPS terpilah : Rp 12.000.000,- per TPS

Keranjang kompos Takakura : Rp 100.000,- per unit

Sekam : Rp 10.000,- per kantong

Bor biopori : Rp 350.000,- per unit

Komposter ram kawat

  • Lomba-lomba

Juri / tim penilai

Penghargaan (stimulan bank sampah/rumah kompos, perlengkapan kebersihan/pengolahan, tanaman, dll)

 

 

 

 

 

 

No.

Kegiatan

Pengusul

Pelaksana / PA

1.

Pembuatan leaflet/brosur Kecamatan Kecamatan / OPD

2.

Sosialisasi di tk kelurahan/RW/RT Kelurahan Kecamatan

3.

Pembentukan satgas pengelola sampah tk RT/RW Kelurahan Kecamatan

4.

Capacity building untuk satgas tk kecamatan/ kelurahan Kecamatan Kecamatan / OPD

5.

Capacity building untuk satgas tk RT/RW dan rumah tangga sasaran Kelurahan Kecamatan

6.

Pengadaan sarpras kebersihan untuk RT/RW sasaran Kelurahan OPD

7.

Pengadaan sarpras kebersihan secara umum Kecamatan OPD

8.

Fasilitator (konsultan pendamping) Kecamatan Kecamatan/OPD

9.

Rapat koordinasi dan evaluasi tingkat kecamatan Kecamatan Kecamatan

10.

Rapat koordinasi dan evaluasi tk kelurahan Kelurahan Kecamatan

11.

Lomba-lomba tingkat kelurahan Kelurahan/Kecamatan Kecamatan

12.

Lomba-lomba tingkat kecamatan Kecamatan Kecamatan

13.

Operasional tipiring kebersihan Kecamatan Kecamatan

 

Catatan :

Panduan ini dimaksud untuk memberi gambaran jenis kegiatan yang dapat diusulkan sebagai prioritas musrenbang kelurahan dan kecamatan sektor kebersihan. Kegiatan-kegiatan di atas bersifat tentative dan opsi-opsi. Masyarakat di kelurahan dan kecamatan dapat memilih jenis kegiatan, jenis sarpras, jumlah dan frekuensi yang dirasa tepat untuk wilayah masing-masing. Demikian pula dengan pemilihan lokasi dan jumlah rumah tangga sasaran diserahkan pada kebijakan masing-masing kelurahan/ kecamatan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>